Wednesday, October 26, 2005

Qaumun Amaliyyun
Oleh. Ust. Ibnu Jarir, Lc

Syarat2 menjadi generasi pengamal bukan pengamat, generasi penuntun bukan penonton:
1. kekokohan diri, Addifaa’U dzati (dalam Aqidah, ibadah Akhlaq, pemikiran, ruhiyyah, Azm kehendak),
hal ini akan melahirkan ruhul mubadarah, ruhul badzli watadz hiyaah semangat
2. kepahaman akan kondisi realitas kehidupan dalam sebuah hadits (kutipan dari buku Alislan Sayyid Hawa)
Abu Dzar: apa yang menyebabkan seseorang terhindar dari Api Neraka
R: Alimanu Billah
Abu Dzar: Apakah iman menuntuk orang berbuat dan bverkontri busi
R: hendaklah ia memberikan dijalan Allah
AZ: bagaimana kalau ia sendiri
R: hendaklah beramarr ma ruf nahi munkar
AZ: bagaimana kalau ia adalah orang lemah imannya dan tdk bisa maar makruf nahi munkar
R: hendaklah ia mengajarkan ketrampilan kepada penganggur
AZ: bgmn kalau ia juga nggak punya skill
R: kayaknya kamu ini tidak ingin meninggalkan temanmu dalam kedaan tak berbuat kebaikan.
AZ: iya yaa Rasulullah
R kalau begitu hendaklah ia tidak menyusahkan masyarakat
Inilah ciri pribadi yang paham akan realitas masyarakat untuk tidak meniggalkan pribadi tanpa peran di masyarakat

3. Senantiasa berinteraksi aktif di tengah masyarakat (almuayasah al amaliyyah) merasakan apa yang ada di masyarakat.

4. Syumuliyyatul fikrah (intergral dalam berfikir)